MOTOR DARI AYAH
2 hari lagi
ulang tahunku. Aku sudah nggak sabar nih! Aku mau minta hadiah ulang tahunku
pada ayah.”yah, 2 hari lagikan ulang tahunku. Mmm...ayah mau belikanku motor
baru gak ?”permintaanku.”mana aku bisa nak membelikanmu sepeda motor baru, uang
ayah tidak banyak!” jawab ayah. Akupun lari ke kamar denganmuka cemberut.
Lelaki paruh baya itu hanya bisa mengelus dada, matanya nanar dan berkaca-kaca.
Esoknya saat aku di kelas sku
mengundang teman-temanku untuk datang ke acara ulang tahunku. Mereka pun akan
datang ke ulang tahunnya mirna.
“mir,
jangan lupa besok siapin kue buat kita semua ya!” seru agnes. Aku mengangguk,
walau itu berat bagiku, tapi aku gak mau kelihatan miskin di depan
teman-temanku. Aku beli kue di bu pona. Di sana kuenya enak dan murah. Pada
akhirnya ulang tahunku tiba, waktunya tiup lilin, lalu membuka hadiah.
“nih
buatmu!”dari wawan. Aku senang karena dia adalah idola semua wanita di kelas.
Aku buka”waah, buku gambar dan kuas, terimakasih wawan” kataku, setelah itu aku
buka hadiah dari teman-temanku, lalu kini saatnya hadiah dari ayahku”ini pasti
kunci motor baru” batinku. Aku buka ternyata isinya hanya tas rajutan! Ayah
tidak memenuhi permintaanku.
“bagaimana
kamu mirna? Kamu suka?” tanya ayah. Aku menunduk,aku langsung lari keluar ke
jalan raya, ayah dan teman-temanku berteriak” tunggu mirna, ayo kemari bahaya”
“ayah jahat! Kenapa ayah nggak kasih
aku aku motor? Pasti karena gak punya uang”,tin tin!!!, bruakk.
-
Aduh
sakit sekali aku dimana ini. Kamu di rumah sakiat, kamu tadi ketabrak
mobil.”ayahku dimana” tanyaku” ayahmu di UGD. Ia mendonorkan ginjalnya karena
ginjalmu rusak” walau begitu aku masih marah dengannya.
Satu
bulan kemudian aku keluar dari rumah sakit, tapi ayahku belum aku melihat
perawat” bertahan lah pak, bertahan” aku melihat badanya sudah tak bergerak.
Aku takut ia pergi, ia sudah pergi meninggalkan dunia ini. Aku menagis
sekencang-kencangnya, lalu ayahku dimakamkan dan aku tersenyum sambil melihat
foto ayah.
Ayah meninggalkan surat yang isinya,
maafkan ayah ayah tidak bisa memberimu hadiah pada ulang tahunmu, tapi ayah
sudah tinggalkan kunci dan motor baru di garasi rumah, lalu aku segera menaiki
motor itu serasa aku naik bersama ayah.
Ya, hati-hati motor seperti itu tidak berkah
BalasHapus